Assalamualaikum! What’s up? Apa kabar pengunjung setia danarizer.blogspot.com? *muntah* Udah lama banget gue gak ngepost, blog gue lusuh, kotor, gak keurus, udah kayak tempat syuting acara-acara misteri yang gak jelas itu.
Oke, dan kali ini gue bakal nge-post sebuah teks
TEKS NEGOSIASI JUAL SMARTPHONE
Nurhayat sebagai Hayat
Farid Nugroho sebagai Pemilik Toko
Teguh Asri Ramadhani sebagai Teguh
Pada suatu hari, ada
seorang remaja ingusan nan cengeng tapi ganteng yang sedang menyesali
pilihannya tapi bukan soal cinta, ini soal smartphone yang
baru 1 bulanan ia beli.
Tiba-tiba terlintas
dibenaknya untuk menjual smartphone yang
tak sesuai harapan ini. Orang pertama yang ia tawarkan adalah Hayat, teman
seperjuangan Danar yang juga tidak kalah ganteng namun tak ada yang tertarik
dengannya.
Hayat : Waalaikumsalam. Ada apa nih ? Tumben menelpon, biasanya kan tidak ada pulsa.
Danar : Baru nelpon saja sudah dihina, dasar kau peraut pensil !
Hayat : Haha, maaf Danar. Serius, ada apa Danar ?
Danar : Ini yat, aku menyesal...
Hayat : Haaa, pasti gara-gara mantan pacar kamu kan ?
Danar : Sok tahu kamu ! Ini bukan soal cinta. Ini soal hal yg lebih nyata.
Hayat : Apa itu sobat ?
Danar : Smartphone yang baru aku beli, sekarang mau aku jual.
Hayat : Hah ? Kenapa ? Baru dibeli kok sudah mau dijual ?
Danar : Tak sesuai harapan sobat. Sudahlah, kamu mau beli smartphone ini ?
Hayat : Bagaimana yah, aku bukan tidak mau membeli, tapi aku lagi tidak punya uang, apalagi aku sudah memesan IPhone 6 Plus !
Danar : Ya sudahlah Hayat.
Hayat :Tapi Danar…
Danar : Iya, Hayat ?
Hayat : Ah lupakanlah, sekarang kau ke rumahku dan bawa smartphone-mu beserta dus dan kelengkapannya !
Danar : Untuk apa ? Halo ? Hayat ?
Tiba-tiba telpon
ditutup Hayat. Tanpa pikir panjang Danar bergegas kerumah Hayat dengan membawa smartphone
beserta dus dan kelengkapannya. Setibanya dirumah Hayat, ia langsung
mengeluarkan barang-barang yang disuruh Hayat untuk dibawa ke rumahnya.
Hayat : Hmmm, masih mulus ini mah !
Danar : Iya, soalnya aku rawat betul smartphone itu.
Hayat : Aku punya ide, dan.
Danar : Apa yat ?
Hayat : Bagaimana jika smartphone ini dijual saja ke tempat jual beli handphone.
Danar : Tumben ide kamu bagus !
Hayat : Iya dong ! Hmmm, langsung saja kita ke tempat itu !
Danar : Baiklah, Hayat.
Kedua remaja labil tapi ganteng yang bersahabat itu segera pergi ketempat yang dituju.
Danar : selamat siang pak, saya mau menjual smartphone saya yang masih mulus ini.
Farid : Kapan kamu membeli smartphone ini?
Danar : smartphone ini masih baru, bulan kemarin saya baru membelinya di salah satu supermarket terkemuka di daerah ini.
Farid : Baiklah, saya akan memeriksa keadaan smartphone ini, berapa kamu buka harga untuk smartphone ini?
Danar : Tidak mahal pak, saya membuka harga smartphone ini dengan harga yang tidak terlalu tinggi tapi tidak semurah yang bapak pikirkan, kira-kira Rp. 1.800.000.
Farid : Waduh harga itu terlalu mahal, Bagaimana jika smartphone ini saya bayar dengan harga Rp. 1.200.000 ?
Danar : Wah, smartphone harga segitu mana bisa untuk naik haji.
Hayat : Jangankan naik haji, membeli kambing saja tidak bisa, Bagaimana jika Rp. 1.700.000 ?
Farid : Jangan segitu harganya, nanti saya mau menjual dengan harga berapa ? Hah ?
Hayat : Gampang, tinggal bapak jual dengan harga Rp. 1.800.000.
Farid : Tetap tidak bisa, bagaimana jika smartphone ini saya beli dengan harga Rp.1.600.000. ?
Hayat : Bagaimana, Danar ? Apakah kamu setuju dengan harga yang ditawarkan ?
Danar : Baiklah, jadi kita sepakat dengan harga Rp. 1.600.000.
Farid : Baiklah, jadi saya bisa menjual kepada konsumen dengan harga yang tidak terlalu tinggi yaitu Rp. 1.800.000.
Tak lama setelah
Danar dan Hayat pergi, datanglah Teguh dengan membawa setumpuk uang.
Teguh : Tentu saja, saya ingin membeli sebuah smartphone, tetapi saya bingung harus memilih yang mana. Lagi pula saya hanya membawa uang 3 juta rupiah, apakah anda menjual smartphone yang memiliki harga di bawah 3 juta?
Farid : Oh itu, tentu saja saya punya
Teguh : Bolehkah saya melihatnya ?
Farid : Ini dia ( menunjukkan kotak smartphone tersebut).
Teguh : Wow, bagus sekali, berapa harganya ?
Farid : Ah, tidak mahal hanya Rp 2.400.000.
Teguh : Itu sih mahal bisa diturunkan sedikit tidak harganya ?
Farid : Baiklah kalau begitu saya turunkan jadi Rp. 2.350.000, apakah anda mau membelinya ?
Teguh : Baiklah saya beli, ini uangnya (sambil menyodorkan uang 100 ribuan).
Farid : Saya hitung dahulu, setelah saya hitung totalnya Rp. 2.400.000. tapi saya tidak punya uang kembalian.
Teguh : Tidak apa-apa ambil saja kembaliannya.
Farid : Terimakasih atas pembeliannya silahkan kembali lain waktu.
Teguh : Sama-sama, selamat sore.
Farid : Selamat sore.
That's it guys, teks negosiasi absurd yang berhasil gue praktekin sama temen-temen gue dan hasilnya juga gak mengecewakan hehe. Simple, tepat sasaran, absurd, dan yang pastinya gak penting -__-
Makasih banyak udah mau baca dan mengunjungi blog gue ini, semoga kalian sukses kelak :3
Oh iya, kalo kalian kepo banget atau sekedar ingin tahu tentang kehidupan gue yang rada absurd ini, kalian bisa follow gue di twitter : @danarizer dan instagram gue : danarizer_
Nah, untuk posting selanjutnya gue udah ada bahan nih, pada penasaran kan lu? haha, posting berikutnya tentang pengalaman gue pertama kenal sama Beatbox. Iya. BEATBOX.
So, don't forget to visit my humble blog again and kindly share this post to your friends, so this blog can grow larger and i will post many interesting things here :)
Sekian dan terimakasih!
Cerita ini benar-benar.......
ReplyDeletebenar-benar... absurd :D
DeleteJOOOOOOOOHN CEEEEEENAAAAAAAAAA
DeleteOh
ReplyDeleteTET TERET TEEEEEEEEEEEEEEEEEET
DeleteAND HIS NAME IS JOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOHN CEEEEEEENAAAAAAAAAA
ReplyDeleteTET TERET TEEEEEEEEEEET
Delete